Perbedaan Jenis Dari Hamil Anggur

Hamil anggur atau Molahidatidosa ini menjadi penyakit yang cukup ditakuti sekaligus disepelekan oleh beberapa perempuan. Mereka takut mengalami keterlambatan dalam penyembuhan atau mengatasi hamil anggur karena gejala yang kadang tidak disadari oleh banyak perempuan. Disepelekan juga karena gejalanya hampir mirip dengan seperti perempuan hamil secara normalnya, sehingga mereka menganggap hal itu terjadi seperti biasanya orang hamil pada umumnya. Padahal apapun gejala yang dialami atau dirasakan oleh perempuan hamil belum tentu itu adalah pertanda yang baik, bisa jadi juga itu menjadi tanda adanya sesuatu yang tidak beres didalam tubuh perempuan hamil tersebut. Apalagi kalau perempuan itu gizinya tidak tercukupi yang memiliki peluang lebih besar untuk mengalami hamil anggur. Nah ternyata hamil anggur ini ada 2 jenis yaitu jenis hamil anggur lengkap dan sebagian.

Hamil anggur lengkap atau biasa disebut molahidatidosa klasik.

Merupakan jenis hamil anggur yang berbentuk seperti gelembung-gelembung berwarna bening dengan ukuran gelembung yang berbeda-beda. Namun gelembung ini lama kelamaan akan makin membesar dengan sangat cepat. Mola klasik ini disebabkan karena tidak adanya pembuahan secara normal pada proses pembuahan (tidak adanya embrio, selaput amnion, dan juga fetus serta tali pusat sehingga villi korealis berubah menjadi gelembungbening yang kalau dibiarkan saja bisa membesar hingga uterus yang memiliki tingkat kebesaran sama dengan kehamilan normal. Pada kehamilan ini bisa diketahui apabila seorang perempuan telah mengecek kadar hormonnya atau biasa disebut HCG (Human Chorionic Gonadotropin), dari hasil cek hormon tersebut maka bisa dikatakan positif hamil anggur jika menunjukkan adanya kista pada ovarium, sama sekali tidak ada air ketubannya, tidak ada tanda-tanda pertumbuhan janin, menebalnya kista plasenta didalam rahim.

Yang kedua ada hamil anggur sebagian atau disebut juga molahidatidosa klasik

Hamil yang satu ini berbeda dengan yang lengkap karena pada hamil anggur klasik ini sudah terbentuk si jabang bayi entah itu bayi yang masih hidup ataupun sudah mati, namun masih ada selaput amnion beserta tali pusatnya. Sedangkan pada hamil anggur sebagian ini terbilang positif apabila dari hasil pemeriksaan hormon menunjukkan jumlah air ketuban yang sangat terbatas, perkembangan janin didalam rahim sangat lambat, adanya penebalan pada kista plasenta.

Diagnose melalui HCG ini menjadi langkah yang paling efektif dan mendetail, kadang untuk meyakinkannya dokter akan mengulangi pemeriksaan melalui tingkat jumlah kadar hormone, jika hasilnya masih sama berarti memang sudah terindikasi hamil anggur, disamping itu untuk menentukan keduanya dokter juga biasanya akan memeriksa darah dan juga USG mengingat cukup sulitnya mendeteksi hamil anggur ini. Perempuan yang menderita hamil anggur ini akan rutin memeriksa HCG-nya agar diketahui adanya perubahan hormone yang dimilikinya, biasanya akan dilakukan setiap sekali dalam 2 minggu, dan harus rutin selama kurang lebihnya satu tahun sampai benar-benar dipastikan sembuh. Pemeriksaan rutin tersebut bertujuan untuk memantau indikasi dari penyakit trofoblastik dan memastikan sungguh-sungguh tidak ada tumbuhnya sel-sel yang tidak normal pada masa hamil anggur ini serta sekalian untuk menentukan penanganan lebih lanjut seperti kemoterapi jika memang sudah dirasa parah. Itulah perbedaan jenis hamil anggur, diharapkan siapapun mengetahui perbedaan sehingga tidak hanya menebak-nebak saja dari gejalanya namun juga membuktikan secara medis dan tidak terjadi kesalahan dalam proses pengobatan ataupun penanganan lebih lanjutnya.

Reply