Memahami Doa Iftitah Dengan Lengkap Dan Mendalam

Iftitah merupakan salah satu doa yang sangat umum untuk dibaca pada saat salat. Ya, hal ini dikarenakan doa ini dibaca setiap kali salat pada saat rakaat pertama sebelum membaca surat al fatihah. Meskipun doa iftitah sudah menjadi bagian penting dalam salat, namun beberapa awal terkadang belum begitu memahami beberapa hal terkait doa ini. Oleh karena itu, pembahasan mengenai iftitah masih terus diperlukan.

Hukum Membaca Iftitah

Pembahasan mengenai iftitah yang paling pertama adalah pemahaman mengenai apa hukum asal dari pembacaan ini. Memahami hukum asal tentu saja merupakan hal yang sangat penting. Hal ini dikarenakan hukum asal adalah landasan dari seorang hamba untuk melakukan peribadatan. Tanpa adanya hukum asal, maka seorang hamba sebaiknya tidak melakukan ibadah karena akan menciderai kemurnian Islam itu sendiri. Lantas, bagaimana dengan hukum iftitah ini?

Sebagian besar ulama bersepakat bahwa hukum asal dari membaca iftitah pada saat salat adalah sunah dan bukan wajib. Artinya, jika seseorang membaca doa ini pada waktu salat di rakaat pertama sebelum al fatihah, maka ia akan mendapatkan kebaikan dari Allah. Namun, jika ia ternyata tidak membacanya, maka sebenarnya ia terlepas dari suatu kesalahan yang membuatnya mendapatkan dosa.

Dengan kerangka tersebut telah jelas muasalnya bahwa iftitah memiliki hukum sunah dalam peribadatan. Namun, meskipun hal tersebut tidak wajib, namun sebaiknya memang tetap dilakukan. Hal ini cukup beralasan karena arti lain dari sunah adalah mengikuti apa yang memang sudah dilakukan dan diberikan contoh oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Penulisan yang Benar

Cukup banyak beredar di masyarakat mengenai penulisan iftitah yang berbeda-beda. Penulisan yang berbeda tersebut terkadang menimbulkan suatu pertanyaan yang mendasar mengenai mana tulisan yang benar untuk digunakan. Nah, di masyarakat, adapun penulisan yang berbeda tersebut ialah iftitah dan iftita.

Perlu dipahami bahwa perbedaan tersebut sebenarnya tidak akan menjadi suatu masalah karena hanya merupakan transliterasi saja dari bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia. Jika kita fokus pada cara pengucapannya, maka kita akan menemukan sebuah persamaan bacaan.

Jadi, dalam penjelasan ini bisa disimpulkan bahwa baik iftitah ataupun iftita merupakan cara penulisan yang benar dan tidak perlu dipermasalahkan. Perbedaan diantara keduanya hanya terjadi karena perbedaan bahasa saja dan hasil serapan kata.

Keutamaan Bacaan Iftitah

Perlu diketahui bahwa bacaan doa iftitah bukan hanya merupakan doa dalam ibadah salat saja, namun ada beberapa keutamaan dari pembacaan doa ini. Dengan adanya keutamaan tersebut, sebenarnya bisa dipahami bahwa doa ini sebenarnya merupakan doa yang penting untuk dibaca pada saat salat.

Lantas, apa saja keutamaan yang akan diperoleh oleh seseorang yang membaca doa ini ketika menjalankan ibadah salat? Adapun beberapa keutamaan yang sudah dirangkum dari beberapa penjelasan diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Bentuk Mendekatkan Diri Pada Allah

Keutamaan pertama dari bacaan iftitah yang dibaca adalah sebagai bentuk dan upaya mendekatkan diri kepada Allah. Pembacaan iftitah ketika salat merupakan suatu bentuk kepasrahan hamba kepada Allah. Hal ini dikarenakan kandungan yang ada di dalam bacaan iftitah tersebut sangat lengkap.

Bacaan tersebut menunjukkan upaya hamba meminta petunjuk, keselamatan serta perlindungan kepada Allah, Yang Maha Memutuskan dan Memberi. Oleh karena itu, meskipun doa ini sebenarnya memiliki hukum sunah, namun sangat disarankan bagi umat Muslim untuk membaca doa ini saat menjalankan ibadah salat.

  • Diangkat Doanya Oleh Para Malaikat

Keutamaan lain dari pembacaan bacaan iftitah ketika salat adalah diangkat doanya oleh para malaikat yang diberi tugas oleh Allah. Keutamaan ini dikutip dari hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik yang mengatakan bahwa “aku melihat 12 malaikat bersegera menuju kepadanya, dan mereka berlomba untuk mengangkat doa tersebut kepada Allah Subhanahu wa ta’ala”

Hadis tersebut merupakan dasar atau dalil yang jelas mengenai keutamaan membaca bacaan iftitah saat salat. Dengan adanya dalil tersebut tentu saja umat Muslim memiliki sebuah pegangan yang kuat dan anjuran untuk membaca doa ini dalam salat mereka.

  • Mendapatkan Pahala Amalan Sunah

Telah disinggung sebelumnya bahwa sebenarnya hukum dari doa iftitah ini adalah sunah. Hal ini berarti jika seseorang membaca doa ini maka ia akan mendapatkan pahala dan tidak akan mendapatkan cela jika ia tidak meninggalkannya. Namun, adapun keutamaan yang akan diperoleh oleh seorang hamba yang membaca doa ini adalah pahala sunah yang berlimpah. Keberlimpahan pahala ini seharusnya menjadi pendorong bagi umat untuk senantiasa membaca doa ini pada saat salat.

  • Dibukakan Pintu-pintu Langit

Keutamaan terakhir dari pembacaan iftitah ini adalah dibukakan pintu-pintu langit kepada hamba yang membacanya. Ini adalah keutamaan iftitah yang didasarkan pada hadis sahih dari Ibnu Umar RA.

Adanya beberapa keutamaan dalam bacaan iftitah sebagaimana di atas menunjukkan bahwa bacaan iftitah merupakan bacaan yang penting dan sebaiknya dibaca pada saat salat.

Macam Bacaan Iftitah

Perlu diketahui bahwa ada beberapa macam bacaan doa iftitah yang bisa dibaca. Adanya beberapa macam bacaan iftitah ini menunjukkan adanya variasi bacaan. Artinya, variasi bacaan iftitah tersebut menunjukkan suatu pilihan yang secara bebas boleh dipilih. Adapun beberapa macam bacaan iftitah yang sahih dan dibaca oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah sebagai berikut:

  • Bacaan Pertama

Bacaan iftitah yang pertama yang dibaca oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah sebagai berikut,

اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ، كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ المَشْرِقِ وَالمَغْرِبِ، اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنَ الخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالبَرَدِ

Ini adalah bacaan yang paling sering dibaca oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam menjalankan salat fardu setiap hari. Menurut sumber hadis, ini adalah bacaan yang memiliki hukum paling sahih diantara lainnya. Dengan adanya level paling sahih dalam doa tersebut, agaknya umat Muslim lebih disarankan membaca doa ini pada saat salat fardu.

  • Bacaan Kedua

Bacaan iftitah lain yang juga cukup sering dibaca oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah,

أن عمر بن الخطاب كان يجهر بهؤلاء الكلمات يقول : سبحانك اللهم وبحمدك . تبارك اسمك وتعالى جدك . ولا إله غيرك

Ini adalah doa yang juga diriwayatkan secara marfu’ oleh beberapa sahabat lain termasuk Aisyah. Selain itu, doa ini cukup banyak diamalkan oleh para sahabat Nabi. Karena seringnya pengamalan doa ini, maka ulama juga cukup menyarankan untuk sesekali membaca doa ini saat salat.

Selain itu, bacaan doa yang kedua ini cukup singkat dan mudah diingat. Dengan doa yang singkat ini, maka doa kedua ini dapat menjadi pilihan yang tepat terutama oleh imam yang sedang memimpin jamaah dengan kondisi yang lemah, seperti jamaah anak-anak maupun orang tua.

Jika dihitung semuanya, maka ada sekitar 12 macam bacaan iftitah yang diberikan contohnya oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Namun, dua contoh di atas merupakan contoh bacaan yang paling singkat dan paling populer diantara lainnya. Oleh karena itu, anda boleh membaca dua contoh di atas dalam ibadah salat yang anda lakukan. Namun, di sisi lain agaknya lebih baik jika anda mencari tahu jenis doa lainnya lantas mengamalkannya secara selang seling dalam ibadah salat.

Hal lain yang perlu diperhatikan terkait bacaan iftitah adalah adab ketika membacanya. Lantas, bagaimana adab untuk membaca bacaan doa ini?

Dalam hal ini, bagi imam sebaiknya membaca bacaan iftitah yang pendek apabila memiliki makmum dengan kondisi yang lemah. Selain itu, untuk makmum yang terlambat, maka sebaiknya tetap membaca bacaan ini. Namun, jika dikhawatirkan akan segera ruku’ dan khawatir akan kehabisan waktu untuk membaca al fatihah, maka tidak perlu membaca iftitah.

Demikian beberapa pembahasan penting mengenai doa iftitah. Meskipun doa ini merupakan amalan sunah, namun anda sebaiknya tetap membacanya. Semoga bermanfaat.

Reply